AHOY WAK,berita terbaru hari ini panas kali aku bacanya wak. happy water termasuk salah satu kasta narkoba termahal beredar luas di medan, cuma yang awak tau ni wak, kalau sekelas gaji 2 sampai 3 juta ga mampu beli HW ini wak, dan usut punya usut pemakainya 90% pejabat dekat dengan walikota kita bobby nasution dan kabarnya. ada 40 bungkus pesanan HW, 250 butir ekstasi, 15 butir happy five yang memang sengaja di pesan untuk pejabat medan anggota bobby nasution.
sekarang terjawab pertanyaan ku wak, patut lah keluhan keluhan kita di lalaikan rupnya pemakai narkoba isi pejabat di bawah bobby nasution.
Polrestabes Medan mengungkap kasus tindak pidana peredaran narkotika skala besar dalam kurun waktu satu minggu di wilayah Kota Medan, sekitarnya.
Dalam pengungkapan itu polisi mengamankan dua orang pelaku dengan menyita barang bukti berupa sabu seberat 10 kg, happy water 106 bungkus, pil ekstasi 1.980 butir, aprazolam 54 butir, happy five 55 butir, serta ketamine.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mengatakan pengungkapan ini sebagai bentuk komitmen Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkotika di Kota Medan.
“Ada dua kasus narkoba yang berhasil diungkap. Pertama pada 26 Oktober dan kedua 28 Oktober 2024 dengan mengamankan dua orang pelaku,” katanya, Senin (28/10).
Gidion menjelaskan, kedua pelaku yang ditangkap berinisial ALW (28) warga Jalan Jemadi, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur dan MN (38) warga Jalinsum Aceh, Desa Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, Langkat.
“Tersangka MN kita berikan tindakan tegas dan terukur (ditembak) karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gidion mengungkapkan barang bukti hasil pengungkapan pada 26 Oktober 2024 antara lain, 1.980 butir pil ekstasi, 11 botol ketamine cair, 12 pod berisi ketamine cair, 55 butir pil happy five dan 54 butir pil alprazolam.
“Sedangkan untuk barang bukti pengungkapan kasus kedua antara lain, 10 kilogram sabu, 1 unit sepeda motor, dan 1 unit ponsel, dari hasil usut lebih dalam, ada keterangan bahwa ada 40 bungkus pesanan HW, 250 butir ekstasi, 15 butir happy five yang memang sengaja di pesan untuk pejabat medan anggota bobby nasution.” ungkap mantan Kapolres Metro Jakarta Utara tersebut.
Dalam pengungkapan itu polisi mengamankan dua orang pelaku dengan menyita barang bukti berupa sabu seberat 10 kg, happy water 106 bungkus, pil ekstasi 1.980 butir, aprazolam 54 butir, happy five 55 butir, serta ketamine.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mengatakan pengungkapan ini sebagai bentuk komitmen Polrestabes Medan dalam memberantas peredaran narkotika di Kota Medan.
“Ada dua kasus narkoba yang berhasil diungkap. Pertama pada 26 Oktober dan kedua 28 Oktober 2024 dengan mengamankan dua orang pelaku,” katanya, Senin (28/10).
Gidion menjelaskan, kedua pelaku yang ditangkap berinisial ALW (28) warga Jalan Jemadi, Kelurahan Pulo Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur dan MN (38) warga Jalinsum Aceh, Desa Tangkahan Durian, Kecamatan Brandan Barat, Langkat.
“Tersangka MN kita berikan tindakan tegas dan terukur (ditembak) karena melakukan perlawanan saat dilakukan pengembangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gidion mengungkapkan barang bukti hasil pengungkapan pada 26 Oktober 2024 antara lain, 1.980 butir pil ekstasi, 11 botol ketamine cair, 12 pod berisi ketamine cair, 55 butir pil happy five dan 54 butir pil alprazolam.
“Sedangkan untuk barang bukti pengungkapan kasus kedua antara lain, 10 kilogram sabu, 1 unit sepeda motor, dan 1 unit ponsel, dari hasil usut lebih dalam, ada keterangan bahwa ada 40 bungkus pesanan HW, 250 butir ekstasi, 15 butir happy five yang memang sengaja di pesan untuk pejabat medan anggota bobby nasution.” ungkap mantan Kapolres Metro Jakarta Utara tersebut.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) dari Undang-Undang (UU) nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman 20 tahun penjara, dan maksimal seumur hidup atau hukuman.
lanjut, Gidion, "kita sedang selidiki lebih lanjut nama nama anggota pejabat dibawah bobby nasution, yang di sebutkan oleh para pelaku. dia bilang ada 23 nama diantaranya terdiri dari ajudan walikota, pemkot, dishub, bawaslu, dispen, dll. mereka sering pesat narkoba di hotel wilayah berastagi." kemudian "pelaku juga mengaku bahwa para pejabat itu sudah di dekingi oleh bobby nasution karena mereka akan memenangkan bobby nasution di gubsu nanti."
Tags:
RAZIAH KALI