Ahoy wak, Unjuk Rasa Massa di Depan Polda Sumatera Utara Sebabkan Lalu Lintas Lumpuh Total
Medan, 30 Oktober 2024 – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara pada Rabu (30/10/2024) menyebabkan lalu lintas di sekitarnya berhenti total. Massa yang tergabung dari berbagai organisasi masyarakat dan aktivis berkumpul untuk menyuarakan aspirasinya mengenai dugaan korupsi yang melibatkan Walikota Medan, Bobby Nasution.
Sejak pagi, jalanan utama menuju kantor Polda Sumut telah padat oleh massa yang membawa berbagai atribut, spanduk, dan poster yang menuntut transparansi serta pertanggungjawaban terkait berbagai kebijakan dan dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkungan pemerintahan. Massa juga menyampaikan sejumlah orasi, meneriakkan seruan untuk penanganan hukum yang adil dan tuntas terhadap dugaan praktik korupsi di lingkungan pemerintah Kota Medan.
Tuntutan Demonstran
Para pengunjuk rasa menuntut agar pemerintah daerah, khususnya Bobby Nasution, segera memberikan klarifikasi dan menjalani proses hukum jika terbukti adanya pelanggaran. Orator yang berpidato menyampaikan dugaan terkait adanya indikasi korupsi, baik dalam pengadaan proyek infrastruktur maupun dalam alokasi anggaran lainnya yang dianggap tidak transparan. Menurut mereka, sejumlah proyek pembangunan terindikasi merugikan anggaran publik, dan mereka mengharapkan Polda Sumut mengusut dugaan ini hingga tuntas.
Selain tuntutan terkait transparansi, massa juga menuntut agar aparat keamanan tidak melakukan tindakan represif selama aksi berlangsung. Demonstran meminta pihak kepolisian mendengarkan dan menghormati hak mereka dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
Kondisi Lalu Lintas
Akibat dari aksi yang berlangsung hingga siang hari, lalu lintas di sekitar Markas Polda Sumut mengalami kemacetan parah. Jalan utama yang biasanya digunakan sebagai jalur lalu lintas utama mengalami lumpuh total. Kendaraan pribadi maupun umum terpaksa memutar balik atau mencari jalur alternatif untuk melanjutkan perjalanan mereka.
Polisi lalu lintas dikerahkan untuk mengalihkan kendaraan menuju jalur-jalur yang lebih lancar, namun padatnya massa membuat pengaturan lalu lintas sulit dilakukan secara maksimal.
Aksi Berjalan Damai
Meski aksi ini berlangsung dengan cukup besar, situasi terpantau kondusif tanpa adanya tindakan kekerasan dari kedua pihak. Beberapa perwakilan massa diundang untuk berdialog dengan pihak kepolisian, namun belum ada kejelasan mengenai langkah konkret yang akan diambil terkait tuntutan demonstran.