AHOY WAK, agak lain emang kali ini emang agak kayak manalah perkera diejek di bunuh langsung sikopat atau memang uda gilaknya wakitu, Seorang tukang becak tewas setelah ditikam oleh sesama tukang becak di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, pukul 18.23 Jumat (18/10/2024).
Kepala Unit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Yusuf Sidabutar, mengatakan kejadian ini terjadi sekitar pukul 18.23 WIB.
Korban diketahui bernama BS (57), sementara pelakunya adalah MS (54).
“Mereka ini sesama tukang becak. Korban tewas setelah ditikam pelaku di bagian perut dengan pisau,” ujar Yusuf, Jumat (18/10/2024).
Kronologi bermula ketika pelaku mengantarkan penumpang ke Pasar 3. Setelah itu, pelaku sempat singgah ke warung untuk membeli pisau.
“Lalu, pelaku kembali ke lokasi mangkal yang sama dengan korban di Simpang Marindal,” kata Yusuf.
Sesampainya di sana, terjadi cekcok antara pelaku dan korban. Pelaku merasa tidak senang karena sering kali korban menggeber-geber dirinya ketika sedang membawa penumpang.
Korban kemudian menantang pelaku untuk menikam perutnya jika memang membawa pisau. Tak lama kemudian, pelaku benar-benar menikam perut korban.
“Korban kami dapati sudah meninggal dunia di RS Bhayangkara Medan. Sementara pelaku sudah diamankan,” jelas Yusuf.
Menurut pengakuan pelaku, motif penikaman ini karena sakit hati. “Korban sering mengejek pelaku kalau dapat penumpang,” tambah Yusuf.
Saat ini, pelaku sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Patumbak. Yusuf memastikan perkembangan lebih lanjut dari kasus ini akan disampaikan kemudian.
jaga mulut jaga lisan ini medan, pucuk ubi pucuk kangkung banyak bunyi pecah muncung, itulah pepatah orang medan yekan wakku, jadi kalau hari ini kelen yang masi sering banyak bunyik, tapi ga pikirkan perasaan orang kelen masik idup, berarti orang yang yang kelen senggak senggak itu lagi nyusun adegan kematian kelen. hati hati wakku
Tags:
WASPADA