AHOY WAK, mantap kali ya kan wak gaji 1 juta di pake untuk jydu0l sampai 900 ribu tanggung ga? tanggung dong bukan main untuk menang itu namanya main iseng iseng. kalau mau menang itu langsung all inkan surat rumah bpkb isi rumah ginjal dan darah. allinkan kalau menang jadi milyarder kalau kalah mati, ga perlu sakit sakitan lagi harus gantung diri lagi.
PPATK: Ada Masyarakat yang Habiskan 70% Gaji untuk Jvd0I
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, mengungkapkan ada kelompok masyarakat yang menghabiskan hampir 70 persen gaji untuk jvd0I. Kelompok tersebut adalah masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp1 juta rupiah.
“Kalau dulu orang terima Rp1 juta hanya akan menggunakan Rp100-200 ribu untuk jvd0I, sekarang sudah hampir Rp900ribu dipakai untuk jvd0I. Jadi, kami melihat semakin addict-nya (ketagihannya) masyarakat melakukan Jvd0I ,” kata Ivan dikutip, kamis (7/11/2024).
Data tersebut menjadi bagian pemaparan Ivan terkait persentase penggunaan dana untuk Jvd0I dibandingkan dengan penghasilan pada 2017 sampai dengan 2023. Namun, data tersebut juga dikonfirmasi dengan data jumlah pelaku Jvd0I berdasarkan nominal deposit di rekening bank.
“Jumlah terbesar pelaku Jvd0I di kita itu adalah masyarakat yang melakukan deposit kecil. Jadi, depositnya cenderung Rp100.000 sampai dengan Rp1 juta,” ujarnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Jvd0I berhasil menyita sebanyak Rp708,1 miliar dari kasus Jvd0I sejak periode 15 Juni - 8 November 2024. Uang tersebut berhasil disita dari total 3000 kasus yang berhasil dibongkar selama periode tersebut.
“Total uang yang telah disita serta rekening yang diajukan Blokir sebesar Rp708.190.440.200,” kata Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Asep Edi Suheri, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, jumat(8/11/2024).
Asep melanjutkan, dari total 3000 pengungkapan kasus Jvd0I, Polri telah mengamankan sebanyak 3.798 tersangka serta menyita sejumlah barang bukti.
Barang bukti tersebut diantaranya adalah 3.570 unit handphone, 5.702 unit laptop, dan 278 rekening, 34 akun Jvd0I, dua unit kendaraan roda empat, 7 unit kendaraan roda dua, dan 7.400 kartu ATM.
“Dan yang terakhir total uang yang telah disita serta rekening yang diajukan blokir sebesar Rp708.190.440.200,” tegas Asep.