INILAH SUMBER ALIRAN DANA PARTAI PDIP, KEPONAKAN MEGAWATI TERBUKTI MENJADI TERSANGKA KASUS WEB

 


AHOY WAK,Kasus Jvdi Online Pegawai Komdigi, Polisi Tangkap 24 Tersangka, Sita Rp167 Miliar dan 26 Mobil Mewah

Polda Metro Jaya menangkap 24 tersangka kasus jvdi online yang melibatkan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital ( Komdigi ). Barang bukti senilai Rp978 miliar juga turut disita.

Mereka yang ditangkap terdiri dari bandar, pengepul website jvdi online, koordinator, hingga oknum Komdigi. “Total penyidik telah menangkap 24 orang tersangka dan ditetapkan empat orang sebagai DPO,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto di Polda Metro Jaya, Senin (25/11/2024).

Karyoto menjelaskan, 24 tersangka itu memiliki peran yang berbeda. Sebanyak empat orang berperan sebagai bandar atau pengelola website jvdi. Mereka berinisal A, BN, HE, dan J (DPO).

Selanjutnya, tujuh tersangka yang berperan sebagai agen pencari website judi berinisial B, BS, HF, dan BK. Sementara, tiga lainnya masih DPO, yaitu, JH, F, dan C.

Kemudian, tiga tersangka yakni A alias M, MN, dan DM, berperan sebagai pengepul website dan menampung setoran dari agen. Dua tersangka lainnya, AK dan AJ, berperan menyaring website jvdi.

Tak hanya itu, terdapat juga sembilan oknum pegawai Komdigi yang bertugas melakukan pemblokiran. Mereka berinisal DI, FD, SA, YR, YP, RP, AP, RD, dan RR.

Selain itu, dua orang tersangka TPPU berinisial D dan E. Adapun, koordinator dari pengepul website judi online berinisal T turut menjadi tersangka dalam kasus ini.

“Total nilai barang bukti berupa uang tunai dan aset, penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti senilai Rp978.986.727.119,” jelasnya.

Selain tumpukan uang tunai, terlihat hamparan lukisan yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Penampakan salah satu dari 13 jam tangan mewah yang menjadi barang bukti kasus judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komdigi. Totalnya mencapai Rp30.763.000.000.

Terdapat 26 unit mobil dan 3 unit sepeda motor yang disita polisi terkait kasus ini. Total nilainya mencapai Rp22.930.000.000.

Dari keterangan salah seorang yang terlibat mengakui bahwasannya memiliki backing atau backup kuat dari partai PDIP, alwin kiemas mengakui kalau dia adalah keponakan dari presiden ke 5 indonesia megawati soekarno putri, alwin kiemas juga mengakui kalau sedari awal dia selalu menyetorkan beberapa persen untuk sang bibi.

"sumber utama dan paling besar partai pdi perjuangan adalah dari saya dan beberapa lagi dari mafia tambang dan boss narkoba dari pelabuhan" ujar alwin keimas sambil ketakutan.

alwin keimas juga mengungkapkan "tidak bisa kasih suara lebih banyak lagi, bibi saya orang yang keras kepala, saya bisa di hajar sampai tewas nantinya". dengan tatapan ketakutan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items