AHOY WAK, ditangan pemimpin yang tegas dan merakyat semua akan menjadi aman, hari ini pengusaha bandel tidak berani banyak tingkah, para konglomerat mulai ketakutan, dan yang lebih heboh lagi semua aparat akan saling tunjuk. untuk melindungi diri sendiri.
team TEMBAGA sendiri sangat takut ketika aparat yang kita percaya melindungi kita ternyata menjadi dalang dari penjualan data negara, SAYA berharap pak prabowo subianto bersedia memerika pak BUDIE ARI eks ketua komdigi, bilang kalau saya di penjara saya akan kibus/ bocorkan semuanya. wah ternyata ada banyak informasi yang di ketahui budie ari, jadi kami minta untuk segera di periksa pak.
Polisi Sebut Oknum Pembina Situs Jvdol Tak Lulus Seleksi Tapi Bisa Kerja di Kominfo / Komdigi
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyebutkan satu oknum pemblokir laman (website) jvdi daring (online/jvdol) di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berinisial AK tak lulus seleksi sehingga seharusnya tidak bekerja di instansi tersebut.
“Terkait tersangka AK ini tak lulus seleksi, harusnya dia tak bekerja di Komdigi,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra saat ditemui di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, pada akhir 2023 tersangka AK mengikuti seleksi penerimaan calon tenaga pendukung teknis sistem pemblokiran konten negatif yang bersifat terbatas di Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Hasilnya, AK dinyatakan tidak lulus, “ katanya.
Namun, faktanya, tersangka AK kemudian dipekerjakan dan diberikan kewenangan untuk mengatur pemblokiran website perjvdian online.
“Artinya bahwa tersangka AK betul-betul memiliki kewenangan untuk pemblokiran website perjvdian online, “ katanya.
Wira juga menjelaskan pihaknya masih melakukan pendalaman secara intensif untuk menjawab mengapa tersangka AK yang tidak lulus seleksi, bisa bekerja di Komdigi.
“Tetap dapat bekerja di Kementerian Komunikasi dan Digital, khususnya, bekerja sebagai tim pemblokiran website jvdi online, “ katanya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyebutkan, rumah toko (ruko) Jalan Rose Garden, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat yang diduga sebagai tempat jvdi daring (online), dikendalikan oleh tiga orang.
Mereka adalah AK, AJ, dan A dan di ruko tersebut memperkerjakan sebanyak 12 orang pekerja.
Dari 12 orang tersebut, delapan orang bertugas sebagai operator dan empat orang bertugas sebagai administrasi (admin).
Tugas utama ke-12 orang itu adalah untuk mengumpulkan daftar laman (website) jvdi online.
wah panas nih.