AHOY WAK,nampaknya polisi jaman sekarang tajinya mulai ilang timbul atau udah jadi macan ompong, sia sia saja dong orang tua banting tulang untuk anaknya masuk akpol tapi hasilnya.
ga berani melawan premanisme, lucu sekali eperibadi. perut buncit, seragam ketat, kancing baju skaratul maut, muka tua, doyan jajan michat, doyan makan suap dari kampung narkoba, doyan narkoba, doyan karoke, takut sama preman, coba adik adik yang lulusan akpol Apa lagi prestasi yang bisa di dapat dari AKADEMI KEPOLISIAN REPUBLIK INDONESIA?.
pantas ada pepatah modren mengatakan, : "rajinlah membaca buku dan belajar agar tidak jadi polisi. tuhan ciptakan otak menjadi manusia malah pilih akpol biar jadi binatang."
beberapa netizen koment: "kalau tidak ada polisi mau jadi apa negara ini,? emang polisi bisa benerin listrik? emang polisi bisa madamin api? selain datang terlambat dan sok hebat di sosial media apa lagi prestasinya?" ucap imam, mahasiswa universitas **** medan.
lanjut netizen lainya :"saya bukan orang asli di medan saya dari surabaya. saya belum pernah liat korupsi terang terangan dan ketika di tegur malah di sindir balik sama polisi tiktok poldasu" ucap mariana. team TEMABAGA tanya :"yang mana itu akunya ? " lanjut mariana : "saya lupa nama akunnya tapi dia sering buat jj capcut, pake kaca mata gemuk gemuk orangnya, salah satu kontennya sebelum jj dia pantun dulu."
team tembaga lanjuta bertanya : 'kalau boleh tau apa yang dia sindir." mariana : "saya buat konten tentang pungli polisi tanpa ada plang razia di daerah sunggal saya lengkap cuma lupa bawak bpkb saja. TERUS dia mau tilang saya. lucu dia minta duit damai saya tanyak berapa, dia malah minta 500.000 karena tidak bawa bpkb, saya tau itu pemerasan. tapi sudah terlanjur kunci saya diambilnya. jadi saya bayar saja terpaksa padahal uang satu juta itu untuk bayar uang sekola adik saya."
nah kali ini di kebun teh sidamanik ada pemerasan pungli dan premanisme polisi sudah tangkap tapi ada kejadian lucu, setelah 3 hari pelaku di lepas lagi dan, kembali melakukan pungli.
pelaku Pungli di Kebun Teh Sidamanik Simalungun Ditangkap Dan Dilepas…
Polres Simalungun menangkap seorang pelaku pungutan liar (pungli) berinisial TS di kawasan wisata kebun teh Sidamanik Kabupaten Simalungun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dan sempat viral di media sosial, pada Minggu, 27 Oktober sekitar pukul 16.00 WIB, telah terjadi dugaan tindakan pungutan liar di areal perkebunan teh Sidamanik.
Mendapat informasi tersebut Kapolres Simalungun AKBP Choky Sentosa Meliala memerintahkan Kapolsek Sidamanik untuk melakukan pencarian terhadap pelaku dugaan tindakan pungutan liar tersebut.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba menyampaikan sekira pukul 08.00 WIB, personel Polsek Sidamanik mencari pria yang dimaksud dan berhasil menangkap seorang pelaku pungli berinisial TS di kawasan wisata kebun teh Sidamanik.
“Penindakan ini merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Kapolres Simalungun setelah menerima laporan masyarakat tentang adanya praktik pungli yang meresahkan,” jelasnya, Rabu, 6 November 2024.
Dalam penanganan kasus ini ungkap dia Polres Simalungun menerapkan pendekatan yang humanis namun tetap profesional. Pelaku yang diamankan telah membuat pernyataan tertulis di atas materai dan telah memohon maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Kami mengutamakan pendekatan persuasif sambil tetap menegakkan hukum. Tujuan kami bukan semata-mata menghukum, tetapi juga membina agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Bahkan pihaknya pun terus mengintensifkan patroli di kawasan wisata kebun teh tersebut sebagai salah satu strategi pencegahan dan upaya menjaga keamanan pengunjung.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan patroli rutin untuk memastikan tidak ada lagi praktik pungli di wilayah kami. Keamanan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas,” tegas AKP Verry.